Mom's Life / Writing · November 30, 2021

Pesan Cinta: Cerita Cinta untuk Anakku

Buku karya solo pertama saya. Hasil mendekam di rumah saja selama masa pandemi ini. 

Sebuah cerita yang saya tuangkan dalam bentuk buku untuk Ainka pertama kalinya. Saya ingin menyampaikan Pesan Cinta untuk anak kami tersayang. Sebuah kisah perjalanan kami, sebagai orang tuanya, mengarungi kehidupan bersama di dunia ini.

Pesan Cinta mengisahkan hidup saya dengan seseorang yang saya kagumi, saya sayangi, sosok penting dalam kehidupan saya dan anak kami., Martin. Saya menuliskan pesan-pesan yang ia tinggalkan selama hidupnya. Walau hanya tujuh belas tahun bersama namun sosok Martin selalu melekat di hati kami. Fisik kami memang sudah berpisah, tetapi ikatan emosional saya dengan dirinya tetap utuh dan kuat, nyata adanya.

Screen-Shot-2020-11-13-at-16-30-29

Berawal dari menemukan surat-surat cinta kami berdua, hasil perjuangan cinta jarak jauh kami duapuluh satu tahun lalu, saya mulai menuliskan cerita ini dan berharap buku ini bisa menjadi kenang-kenangan untuk saya dan Ainka, menguatkan memori kami tentang Martin. Berharap Pesan Cinta ini bisa menjadi salah satu pegangan hidup Ainka kelak. Dibaca kembali, diceritakan kembali, tahu-tahu menjadi sebuah buku sebanyak +/- 216 halaman. Rampung menulis dalam waktu dua bulan. Menulis Pesan Cinta bagaikan naik rollercoaster. Emosi saya naik turun saat mengenang kembali semua kisah kami berdua. Mengingat semua dari awal pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Dari pacaran, menikah hingga menjadi orang tua. Tawa, kesal, sedih, sebel, semua hadir.

Screen-Shot-2020-11-13-at-16-30-37

Tentu kisah hidup setiap orang berbeda dan memiliki arti sendiri bagi setiap insan tetapi kita bisa mengambil inspirasi dari kisah hidup orang lain sekecil apapun, dari sisi manapun.

Menulis Pesan Cinta adalah hadiah paling berkesan yang pernah saya berikan kepada diri sendiri. Saya berbagi kisah tentang bagaimana kesedihan yang mendalam bisa menjadi sesuatu hal yang membahagiakan, karena sejatinya bercerita itu adalah berbagi kebahagiaan, menyembuhkan diri sendiri dan diri orang lain. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya bahwa waktu kebersamaan bersama orang tersayang tidak akan pernah bisa terulang.

Akhirnya Pesan Cinta terbit di bulan hari kelahiran saya, November 2020. Senang sekali rasanya bisa berbagi cerita dan berbagi hasil karya yang menjadi bagian dari self-healing journey saya. Tak pernah terbayang menulis sebuah buku, apalagi tentang kisah hidup sendiri.

Terima kasih sudah mau menemani saya mesam-mesem dengan membaca kisah kami. Review dari pembaca bisa dibaca di sini. Kalau tertarik ingin membacanya, Pesan Cinta bisa dibeli melalui DM di instagram saya, @kreasikarinka. Selamat membaca, semoga terhibur ya.

Oiya, kali ini juga saya berkolaborasi dengan ilustrator penyandang disabilitas yang sangat berbakat untuk mendesain sampul buku saya. Suci adalah anak sulung dari seorang ibu yang hebat dan menginspirasi banyak orang. Mba Deka namanya, beliau adalah mentor saya belajar menulis. Dari cerita mba Deka lah saya banyak melihat karya-karya Suci. Saya dan Ainka sangat menyukai hasil karya Suci. Saat memulai menulis buku ini, saya sudah berkeinginan agar Suci bisa membuat desain sampul buku saya. Alhamdulillah kesampaian. Ah, senang sekali hasilnya! Penuh makna sekali kan ilustrasinya? Bangga sekali rasanya bisa kerjasama dengan duo anak ibu yang sangat menginspirasi saya juga orang lain.

Ah, penuh inspirasi sekali hasil karya pertama saya. Semoga buku ini juga bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya.

The Martenqis